14. Romi Zarman.pdf
Download (829kB) | Preview
Abstract
Orang Yahudi di Sumatra’s Westkust terdiri dari Yahudi Belanda, Yahudi Jerman, Yahudi Turki, Yahudi Arab, Yahudi Persia, dan Yahudi Calcuta. Stratifikasi kolonial yang timbang antara Yahudi Asia dan Eropa di Sumatra’s Westkust menimbulkan terjadinya keterbelahan dalam komunitas Yahudi. Aspek-aspek dalaman yang bersifat yudaik, yang mendasari golongan Yahudi ortodoks dalam menilai Yahudi asimilasionis sebagai golongan heretik, semakin melanggengkan keterbelahan itu dan berdampak meluas terhadap Yudaisme di Sumatra’s Westkust: tak ada sinagog, rabi dan perayaan-perayaan besar yudaik yang mengundang banyak orang Yahudi. Masuknya Zionisme di Padang yang menyerukan agar orang Yahudi bersatu membawa angin segar terhadap agama (Yudaisme) dan komunitas Yahudi di Sumatra’s Westkust. Historiografi Indonesia kemudian tak mencatat sama sekali keberadaan komunitas Yahudi di Sumatra’s Westkust baik sebagai agama maupun gerakan kebangsaan (Zionisme).
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | Pendidikan > Kebudayaan Pendidikan > Kebudayaan > Sejarah Indonesia Pendidikan > Kebudayaan > Penelitian Kebudayaan |
| Divisions: | Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi > Sekretariat Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi > Balai Pelestarian Kebudayaan > Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Barat |
| Depositing User: | Administrator Repositori Kemenbud |
| Date Deposited: | 12 Apr 2026 16:56 |
| Last Modified: | 15 Apr 2026 04:08 |
| URI: | https://repositori.kemenbud.go.id/id/eprint/1065 |
