PERKAMPUNGAN DI PERKOTAAN SEBAGAI WUJUD PROSES ADAPTASI SOSIAL DAERAH JAWA TENGAH.pdf
Download (19MB) | Preview
Abstract
Sejalan dengan pertumbuhan penduduk dan peningkatan status.
Kota Semarang mengalami proses perkembangan yang kembar, yaitu perluasan wilayah ke arah luar dan pembenahan fasilitas dalam kota sendiri. Akan tetapi, laju pembenahan fasilitas itu tidak secepat dan sama rata laju pertumbuhan penduduk. Akibatnya, di satu pihak muncul kompleks pemukiman yang fasilitasnya makin sempurna, dan di pihak lain muncul pemukiman yang fasilitasnya makin buruk.
Kompleks pemukiman terakhir ini, umumnya muncul di kawasan
yang peruntukannya tidak jelas. Pemukiman inilah yang digolongkan sebagai kampung miskin. Sasaran penelitian ini adalah dua kampung miskin, masing-masing berada di pusat ·dan di pinggir kota. Penduduk kedua kampung miskin yang diteliti, umumnya beketja sebagai buruh dan pekerja kasar lainnya di pusat kota. Jenis pekerjaannya itu merupakan jawaban terhadap rendahnya tingkat pendidikan dan keterampilan yang mereka miliki. Selanjutnya karena
jenis pekerjaannya itu pula pendapa_tan mereka rata-rata rendah. Hanya saja pe!lduduk pusat kota lebih beruntung karena ongkos perjalanan ke dan dari tempat ketja relatif lebih kecil dibanding dengan penduduk pinggiran kota. Untuk menambah pendapatan keluarga, ibu rumah tangga warga pinggiran kota menanami pekarangan dan menjualnya ke pasar pusat kota.
| Item Type: | Book |
|---|---|
| Subjects: | Pendidikan > Kebudayaan > Kampung Adat Pendidikan > Kebudayaan > Masyarakat Adat Pendidikan > Kebudayaan > Penelitian Kebudayaan |
| Divisions: | Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan > Sekretariat Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan |
| Depositing User: | Administrator Repositori Kemenbud |
| Date Deposited: | 12 Apr 2026 17:22 |
| Last Modified: | 12 Apr 2026 17:22 |
| URI: | https://repositori.kemenbud.go.id/id/eprint/1160 |
