Pemetaan Kawasan Strategis Nasional Borobudur

Article
Supandi, Yenny and Setiyawan, Joni (2017) Pemetaan Kawasan Strategis Nasional Borobudur. Pemetaan Kawasan Strategis Nasional Borobudur, 6 (7).

[thumbnail of Pemetaan KSN Borobudur ini ditujukan untuk menghasilkan peta penggunaan lahan dan peta dasar (berisi jaringan jalan, sungai, saluran irigasi, batas administrasi, dan garis kontur)]
Preview
Text (Pemetaan KSN Borobudur ini ditujukan untuk menghasilkan peta penggunaan lahan dan peta dasar (berisi jaringan jalan, sungai, saluran irigasi, batas administrasi, dan garis kontur))
8.-PEMETAAN-KAWASAN-STRATEGIS-NASIONAL-BOROBUDUR.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview

Abstract

Kompleks Candi Borobudur termasuk di dalamnya Candi Mendut, Candi Pawon dan kawasan di
sekitarnya pada tahun 2008 telah ditetapkan menjadi Kawasan Strategis Nasional (KSN) melalui PP No. 26 Tahun
2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional. Pengelolaan tata ruang. KSN Borobudur memerlukan data
yang lengkap dan akurat supaya pemanfaatan ruangnya tidak melanggar peraturan yang telah ditetapkan. Salah satu
langkah penting untuk mendukung upaya tersebut adalah pemetaan dan pengelolaan data KSN Borobudur yang
mencakup area ±1337 Hektar.
Pemetaan KSN Borobudur ini ditujukan untuk menghasilkan peta penggunaan lahan dan peta dasar (berisi
jaringan jalan, sungai, saluran irigasi, batas administrasi, dan garis kontur) skala 1:10.000. Citra penginderaan jauh
(PJ) digunakan sebagai sumber data primer, Peta Rupa Bumi Indonesia (SBI) sebagai sumber data sekunder dan
Sistem Informasi Geografis untuk pengolahan data. Citra satelit tahun 2008 diperoleh dengan cara capture dari
Google Maps, kemudian direktifikasi menggunakan software ER Mapper. Citra Ikonos tahun 2003 berkoordinat
dipakai sebagai referensi dalam rektifikasi. Citra terkoreksi diinterpretasi visual dengan metode on screen digitizing
menggunakan software ArcView, dan Peta RBI sebagai referensi dalam interpretasi. Peta penggunaan lahan
sementara diverifikasi di lapangan dengan metode purposive random sampling. Hasil verifikasi lapangan dipakai
sebagai acuan uji ketelitian interpretasi, selanjutnya dilakukan reinterpretasi untuk menghasilkan peta penggunaan
lahan.
Hasil capture citra PJ kualitasnya cukup bagus dan memungkinkan digunakan untuk interpretasi visual.
Rektifikasi geometri menghasilkan citra bereferensi geografis yang baik ditandai dengan plot fitur topografis yang
akurat secara spasial. Hasil interpretasi visual citra menghasilkan data yang akurat dengan tingkat ketelitian 91,54%.
Lima penggunaan lahan terluas di KSN Borobudur adalah sawah 445,557 Ha (32,93%), kebun 327,13 Ha (24,18%),
permukiman 200,296 Ha (14,8%), tegalan 164,691 Ha (12,17%) dan lahan terbuka 61,84 Ha (4,57%). Wilayah yang
berupa lahan budidaya tidak terbangun 77,84% dan lahan terbangun 22,16%. Perbandingan tersebut menunjukkan
bahwa KSN Borobudur mempunyai pola perdesaan. Perubahan penggunaan lahan dari lahan tidak terbangun
menjadi lahan terbangun banyak terjadi di KSN Borobudur, sehingga membutuhkan pengawasan dan
pengendalian sesuai dengan undang-undang yang berlaku

Item Type: Article
Subjects: Pendidikan > Kebudayaan
Pendidikan > Kebudayaan > Penelitian
Pendidikan > Kebudayaan > Cagar Budaya
Pendidikan > Kebudayaan > Candi
Pendidikan > Kebudayaan > Warisan Budaya
Divisions: Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi > Sekretariat Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi > Museum dan Cagar Budaya > Balai Konservasi Borobudur
Depositing User: Administrator Repositori Kemenbud
Date Deposited: 12 Apr 2026 05:38
Last Modified: 15 Apr 2026 14:28
URI: https://repositori.kemenbud.go.id/id/eprint/131

Actions (login required)

View Item
View Item