Inetraksi penghuni asrama mahasiswa dengan masyarakat sekitar suatu pijakan awal multikulturalisme kasus lima asrama maha~1.PDF - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.
Download (59MB) | Preview
Abstract
Sebagai kota pendidikan hingga kini Yogyakarta masih menjadi 'magnit' bagi pelajar dan mahasiswa untuk rnenuntut ilmu di Yogyakarta. Tentu ada beberapa alasan mengapa rnereka memilih Yogyakarta sebagai tempat untuk menuntut ilmu. Sebagai konsekuensi predikat tersebut, maka mendorong tumbuhnya asrama rnahasiswa/pelajar yang ada di Yogyakarta. Seringkali Yogyakarta mendapat sebutan sebagai "Indonesia Mini", karena hampir setiap sukubangsa yang ada di Indonesia bisa ditemukan di Yogyakarta melalui perwakilan asrama mahasiswa/pelajar. Hadirnya asrama rnahasiswa sebagai tempat tinggal mahasiswa tentu menimbulkan permasalahan baru terutama menyangkut bagaimana mereka saling her-interaksi, baik interaksi antarpenghuni asrama maupun interaksi penghuni asrama dengan masyarakat sekitar. Adanya perbedaan budaya untuk saling mengenal tentu menjadi dasar pijakan mereka untuk membantu terjalinnya interaksi tersebut. Konsep multikulturalisme dengan mengedepankan kesepahaman, saling menghargai dan saling menghormati menjadi kunci yang sangat penting untuk mewujudkan interaksi yang akan mereka bangun.
| Item Type: | Book |
|---|---|
| Subjects: | Pendidikan > Kebudayaan > Penelitian Kebudayaan |
| Divisions: | Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi > Sekretariat Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi > Balai Pelestarian Kebudayaan > Balai Pelestarian Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta |
| Depositing User: | Administrator Repositori Kemenbud |
| Date Deposited: | 12 Apr 2026 18:40 |
| Last Modified: | 15 Apr 2026 13:08 |
| URI: | https://repositori.kemenbud.go.id/id/eprint/1436 |
