Jalur_Gula_Kembang_Peradaban_Kota_Lama_Semarang.pdf
Download (3MB) | Preview
Abstract
Sejak abad ke-19 hingga sepertiga awal abad ke-20, industri guladi Pulau Jawa pernah menjadi produsen gula kristal terbesar di duniasetelah Kuba. Pada masa awalnya, jaringan kereta api di Semarang erat kaitannya dengan distribusi hasil bumi pula. Sebagai kota pelabuhan, perdagangan, dan jasa; kawasan kota lama Semarang pada zaman itu merupakan tujuan distribusi hasil bumi sebelum kegiatan pengapalan dilakukan ke pasar dunia. Semarang secara keseluruhan. Namun, tidak hanya sebagai kota
perdagangan dan jasa, kota Semarang pun berbenah untuk menjadi salah satu tujuan wisata unggulan. Ancang-ancang untuk menjadi Warisan Dunia menuntut kesiapan seluruh pemangku kepentingan agar bersama-sama mampu memenuhi persyaratannya dalam hal revitalisasi maupun pengelolaannya secara berkelanjutan.
| Item Type: | Book |
|---|---|
| Subjects: | Pendidikan > Kebudayaan Pendidikan > Kebudayaan > Cagar Budaya Pendidikan > Kebudayaan > Sejarah Indonesia Pendidikan > Kebudayaan > Warisan Budaya |
| Divisions: | Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan > Direktorat Bina Sumber Daya Manusia, Lembaga, dan Pranata Kebudayaan |
| Depositing User: | Administrator Repositori Kemenbud |
| Date Deposited: | 12 Apr 2026 05:45 |
| Last Modified: | 12 Apr 2026 05:45 |
| URI: | https://repositori.kemenbud.go.id/id/eprint/156 |
