Moh Habibie.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.
Download (624kB) | Preview
Abstract
konsolidasi sementara cagar budaya pada temuan ekskavasi yang rapuh. Pengujian yang
dilakukan meliputi karakteristik morfologi menthol, penetrasi kering dan basah menthol
pada ketiga jenis sampel (Arang, Bata, Batu), durabilitas konsolidasi sementara menthol
pada sampel, dan kuat tekan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses solidifikasi
menthol dimulai pada bagian tepi dan membentuk bentukan seperti jarum (whisker).
Penetrasi menthol pada sampel sangat dipengaruhi oleh bentuk dan ukuran partikel sampel
serta kandungan air yang terdapat pada sampel. Untuk pengujian durabilitas, pengaruh
suhu sangat besar terhadap durabilitas konsolidasi menthol. Semakin tinggi suhu
lingkungan, maka semakin cepat pula proses sublimasi menthol. Hasil uji kuat tekan sangat
dipengaruhi oleh ukuran partikel sampel, semakin kecil ukuran partikel sampel yang
terkonsolidasi menthol, maka semakin tinggi pula nilai kuat tekan yang dihasilkan. Dari
hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa menthol dapat digunakan sebagai bahan
konsolidan sementara cagar budaya arang.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | Pendidikan > Kebudayaan > Penelitian |
| Divisions: | Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi > Sekretariat Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi > Museum dan Cagar Budaya > Balai Konservasi Borobudur |
| Depositing User: | Administrator Repositori Kemenbud |
| Date Deposited: | 12 Apr 2026 20:49 |
| Last Modified: | 15 Apr 2026 14:28 |
| URI: | https://repositori.kemenbud.go.id/id/eprint/1959 |
