16. Menjalani 72 Hari Sebagai Wakil Presiden.mp4 - Published Version
Download (76MB)
Abstract
Setelah 20 tahun menjabat sebagai Menristek, BJ Habibie tadinya hendak pensiun. Tapi Soeharto menilai BJ Habibie sebagai putra terbaik bangsa, dan kepakarannya dibutuhkan untuk era globalisasi dan industrialisasi. BJ Habibie pun terpanggil untuk mengabdi pada negara. Maka, pada 11 Maret 1998, ia menjadi Wakil Presiden menggantikan Try Sutrisno. Karir politik sang ilmuwan dan teknokrat terus membumbung.
Ribuan kilometer dari Jakarta, orang-orang di tanah kelahiran BJ Habibie di Parepare menyaksikan pelantikan itu dengan khidmat. Bahkan, para tokoh masyarakat berkumpul untuk doa bersama di Masjid Jami Parepare sampai larut malam. Belum ada yang tahu, bahwa masa jabatannya itu akan jadi yang terpendek dalam sejarah, dan Habibie akan segera menjadi orang nomor 1 Indonesia.
| Item Type: | Video |
|---|---|
| Subjects: | Pendidikan > Kebudayaan Pendidikan > Kebudayaan > Museum Pendidikan > Kebudayaan > Tokoh Nasional |
| Divisions: | Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi > Sekretariat Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi > Museum dan Cagar Budaya > Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti - Bogor |
| Depositing User: | Administrator Repositori Kemenbud |
| Date Deposited: | 13 Apr 2026 00:57 |
| Last Modified: | 02 May 2026 05:57 |
| URI: | https://repositori.kemenbud.go.id/id/eprint/2881 |
