17. Independensi demi Mitigasi.mp4 - Published Version
Download (77MB)
Abstract
Krisis multidimensi dan Kerusuhan Mei 1998 mengancam berbagai sendi kehidupan rakyat, termasuk kestabilan ekonomi nasional. Pada masa kelam itu, nilai rupiah anjlok dan harga bahan pokok meningkat hingga 82%.
Presiden BJ Habibie memutuskan bahwa pemulihan ekonomi perlu segera ditangani. Ia lantas memperjuangkan berbagai strategi; seperti penurunan tingkat inflasi, pemberantasan korupsi, pemberdayaan ekonomi rakyat, serta independensi Bank Indonesia. Sebagai bank sentral, BI harus mandiri, bebas, kuat, dan lepas dari kepentingan politik. Saat itu, BJ Habibie juga meminta bantuan anggota pimpinan bank sentral Jerman.
Pada bulan Mei tahun 1999, terbitlah undang-undang yang memisahkan Bank Indonesia dari Pemerintah RI. Perlahan, perekonomian negara mulai pulih.
| Item Type: | Video |
|---|---|
| Subjects: | Pendidikan > Kebudayaan Pendidikan > Kebudayaan > Museum Pendidikan > Kebudayaan > Tokoh Nasional |
| Divisions: | Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi > Sekretariat Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi > Museum dan Cagar Budaya > Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti - Bogor |
| Depositing User: | Administrator Repositori Kemenbud |
| Date Deposited: | 13 Apr 2026 00:58 |
| Last Modified: | 02 May 2026 05:57 |
| URI: | https://repositori.kemenbud.go.id/id/eprint/2882 |
