Kalatirta 2021 Full.pdf - Published Version
Download (83MB)
Abstract
Kemasyhuran Banten sebagai simpul jalur rempah Nusantara, dan bahkan dunia, tidak perlu diperdebatkan lagi. Kalau
Banda karena palanya dan Ternate karena cengkehnya, maka Banten masyhur karena ladanya. Selama kurang lebih 700 tahun sejak abad ke-10, Banten telah menobatkan diri sebagai pusat penghasil lada terbaik dunia dan bandar kosmopolitan perdagangan yang menyatukan peradaban antar bangsa Asia, Timur Tengah hingga Eropa. Ketika pertama kali berlabuh di
Banten pada 1512, Tomé Pires, seorang apoteker Portugis dari
Lisbon yang menghabiskan tahun 1512 hingga 1515 di Malaka, mencatat: “..lada Banten lebih baik ketimbang Cochin (India), (produksinya) lebih dari 1000 bahar setiap tahunnya. Lada panjang dan asam melimpah, cukup dimuat seribu kapal”. Pelabuhan lada antara lain Banten, Pontang dan Chigede.
Judul-judul yang dimuat dalam edisi khusus ini adalah:
1. Banten sebagai Jalur Rempah Nusantara
2. Lada yang utama : catatan penelusuran atribut Jalur Rempah Simpul Banten Tahun 2020
3. Komoditas Lada di Banten : perspektif Ekonomi Politik
4. Lada : cita rasa surgawi dari Banten untuk dunia
5. Atribut Cagar Budaya Jalur Rempah Simpul Banten
6. Keunikan Lada di Banten : dari persiapan hingga pemasaran
7. Potensi Lada sebagai daya tarik Wisata di kota Serang
8. Potensi pengembangan Lada Banten
| Item Type: | Book |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Sultan Ageng Tirtayasa, |
| Subjects: | Pendidikan > Kebudayaan Pendidikan > Kebudayaan > Arkeologi Pendidikan > Kebudayaan > Cagar Budaya Pendidikan > Kebudayaan > Sejarah Indonesia |
| Divisions: | Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi > Sekretariat Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi > Balai Pelestarian Kebudayaan > Balai Pelestarian Kebudayaan Banten |
| Depositing User: | Administrator Repositori Kemenbud |
| Date Deposited: | 13 Apr 2026 02:02 |
| Last Modified: | 15 Apr 2026 06:49 |
| URI: | https://repositori.kemenbud.go.id/id/eprint/3034 |
