Kajian Benteng Lohayong.pdf - Published Version
Download (46MB) | Preview
Abstract
Benteng Lohayong merupakan salah satu tinggalan arkeologi
yang monumental di Pulau Solor. Benteng yang dibangun pada
abad XV oleh Pater Antonio da Crus ini terletak sekitar 20 meter dari bibir pantai di ujung barat Desa Lohayong, Flores Timur. Dari bekas reruntuhan benteng dapat dipantau secara jelas kapal dan perahu layar yang melintas di Selat Solor, yaitu selat yang menghubungkan antara Pulau Solor dan Pulau Adonara di Flores Timur. Kehadiran benteng Lohayong ini menjadi saksi sejarah penjajahan bangsa Portugis di daratan Flores Timur. Flores menurut orang Portugis diartikan sebagai flowers yang berarti bunga. Disebut demikian oleh para pelaut Portugis karena pada sisi sebelah timur pulau tertutup oleh Flamboyan yang sedang berbunga. Nama Flores selanjutnya dipakai secara resmi sejak tahun 1636 oleh Gubemur Jenderal Hindia Belanda Hendrik Brouwer.
| Item Type: | Book |
|---|---|
| Subjects: | Pendidikan > Kebudayaan Pendidikan > Kebudayaan > Arkeologi Pendidikan > Kebudayaan > Sejarah Indonesia Pendidikan > Kebudayaan > Warisan Budaya |
| Divisions: | Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi > Sekretariat Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi > Balai Pelestarian Kebudayaan > Balai Pelestarian Kebudayaan Bali |
| Depositing User: | Administrator Repositori Kemenbud |
| Date Deposited: | 13 Apr 2026 04:46 |
| Last Modified: | 15 Apr 2026 12:57 |
| URI: | https://repositori.kemenbud.go.id/id/eprint/3582 |
