Perkebunan karet di Jambi : peranannya pada masa Agresi Militer I dan II 1947-1948

Book
Swastiwi, Anastasia Wiwik (2009) Perkebunan karet di Jambi : peranannya pada masa Agresi Militer I dan II 1947-1948. Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Tanjungpinang, Tanjungpinang. ISBN 9789791281355

[thumbnail of Perkebunan Karet di Jambi - Peranannya Pada Masa Agresi Militer 1 dan II 1947-1948.pdf]
Preview
Text
Perkebunan Karet di Jambi - Peranannya Pada Masa Agresi Militer 1 dan II 1947-1948.pdf - Published Version

Download (37MB) | Preview

Abstract

Pengetahuan masyarakat Jambi tentang karet diawali dari hubungan dengan Malaka. Para tenaga kerja yang bekerja di Malaka, mereka pulang ke kampungnya di Jambi menceritakan mengenai uang dan karet. Harga karet pada waktu itu cukup mahal di Malaka. Mendengar cerita itu, orang-orang Jambi sangat kagum karena masyarakat Jambi pada masa itu belum pernah mengenal uang dan karet, karena jual beli selama ini sifatnya barter saja. Seperti untuk satu kilo gram getah atau damar ditukar dengan satu kilo gram garam. Akhirnya penanaman karet ini merata seluruh daerah di Jambi sebagai monokultur yang menghasilkan devisa non migas terbesar di daerah ini.
Karet pada masa pendudukan Belanda mempunyai kedudukan yang penting. Sebagian besar dari masyarakat yang mendiami daerah Jambi hidup dari basil penjualan karet. Ketika harga karet dalam kurun waktu ini yaitu sebelum adanya depresi ekonomi tahun 1930 cukup tinggi, rakyat dengan giat mengusahakan penyadapan karet untuk meningkatkan produksi. Kegiatan rakyat dalam menaikkan jumlah produksi karet dan dengan tingginya harga karet ketika itu, mengakibatkan jumlah penghasilan rakyat di daerah ini meningkat pula. Penghasilan dan pendapatan rakyat yang mencukupi, membawa rakyat daerah Jambi kepada standar kehidupan ekonomi yang lebih baik dari masa sebelumnya. Oleh rakyat Jambi tingkat kemakmuran ini dinamakan "Hujan Emas".
Jambi juga memberikan kontribusi yang cukup besar yaitu berupa bantuan dana yang berasal dari hasil ekspor karet. Dana tersebut antara lain diperlukan untuk membiayai keberangkatan delegasi Perdana Menteri Syahrir, H.A, Salim ke Dewan Keamanan PBB di Amerika. Bahkanjuga membiayai pengiriman para perwira muda AURI untuk belajar di India, dan juga dapat memberikan kontribusi bagi perjuangan Indonesia di masa revolusi fisik. Hasil dari ekspor karet dapat digunakan untuk membeli dan mencarter pesawat terbang dari luar negeri untuk perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

Item Type: Book
Uncontrolled Keywords: Melayu Kuno, Kerajaan Melayu, Kesultanan Jambi, Kolonialisme, Kemerdekaan
Subjects: Pendidikan > Kebudayaan
Pendidikan > Kebudayaan > Sejarah Indonesia
Divisions: Sekretariat Jenderal Kementerian Kebudayaan
Depositing User: Administrator Repositori Kemenbud
Date Deposited: 13 Apr 2026 05:35
Last Modified: 13 Apr 2026 05:35
URI: https://repositori.kemenbud.go.id/id/eprint/3754

Actions (login required)

View Item
View Item