Prosiding Seminar Estetik LARUT Seni Pengalaman dan Pengetahuan Bagian Pertama.pdf - Published Version
Download (25MB) | Preview
Abstract
"Hal-hal yang dimunculkan oleh karya seni kontemporer bukan lagi ihwal keindahan semata, melainkan perubahan sensibilitas dalam memandang kenyataan (misalnya dalam seni rupa konseptual sejak 1960-an) dan penciptaan hubungan sosial yang baru. Muaranya adalah perubahan sosial. Bersamaan dengan itu, bergeserlah juga pengertian seniman sebagai subjek seni maupun karya seni sebagai objek seni ke arah yang lebih pastisipatoris. Oleh karena karya seni sesungguhnya tak lain daripada sejumput hubungan sosial, maka setiap orang yang bekerja melakukan perubahan hubungan sosial atau penciptaan hubungan sosial yang baru adalah seniman." (Martin Suryajaya, "Dorongan ke Arah Estetika Partisipatoris")
"Kalau seni ingin mengatakan sesuatu, yang bukan dirinya sendiri, apa yang belum terkatakan? Pertanyaan ini seolah-olah membingkai persoalan seni menjadi soal isi (apa yang dikatakan) ketimbang bentuk (cara mengatakannya). Namun sebenarnya tidak. Dalam pandangan saya seni selalu soal bentuk karena ia pertama-tama harus berwujud, baru kemudian bermakna. Oleh karena itu, soal apa yang belum terkatakan oleh seni mencakup dua hal: (yaitu) soal mengenali apa saja persoalan yang belum berhasil dikatakan, dan soal bentuk-bentuk yang belum berhasil ditemukan." (Kurniawan Adi Saputro, "Seni Mengatakan")
| Item Type: | Book |
|---|---|
| Subjects: | Pendidikan > Kebudayaan Pendidikan > Kebudayaan > Penelitian Pendidikan > Kebudayaan > Seni Rupa Pendidikan > Kebudayaan > Seni dan Kesenian |
| Divisions: | Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi > Sekretariat Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi > Museum dan Cagar Budaya > Galeri Nasional Indonesia |
| Depositing User: | Administrator Repositori Kemenbud |
| Date Deposited: | 13 Apr 2026 05:40 |
| Last Modified: | 15 Apr 2026 15:18 |
| URI: | https://repositori.kemenbud.go.id/id/eprint/3778 |
