2003-Haba 27.pdf - Published Version
Download (5MB) | Preview
Abstract
Apabil kita membincangkan perempuan terasa tidak akan habis-habisnya. Banyak hal yang dapat dikupas, dari berbagai sudut pandang, bik dari sudut pandang ideologi, sosial, budaya, ekonomi, politik, maupun dari sudut pandang hankam. Seperti halnya laki-laki, perempuan seharusnya mempunyai hak dan kewajiban yang sama di dalam masyarakat menurut ajaran agama islam jelas-jelas mengajarkan bahwa perempuan dan laki-laki mempunyai kedudukan yang sama.
kedua-duanya mendapat tugas dan kewajiban yang sama terhadap tuhan penciptanya, terhadap sesama manusia dalam masyarakat, serta sama-sama mendapat hak dan wewenang sesuai dengan amal perbuatan dan kedudukannya. Namun apa yang kita lihat selama berabad-abad? telah terjadi diskriminasi gender antara laki-laki dan perempuan, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun negar, pada berbagai aspek kehidupan. Konstruksi sosial-budaya yang diciptakan oleh manusia telah menelorkan suatu teori yang berkaitan dengan pembagian kerja/peran secara seksual. Perempuan tidak dipandang lagi sebagai makhluk yang sama derajatny dengan laki-laki.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | Pendidikan > Kebudayaan Pendidikan > Kebudayaan > Kearifan Lokal Pendidikan > Kebudayaan > Penelitian Kebudayaan |
| Divisions: | Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi > Sekretariat Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi > Balai Pelestarian Kebudayaan > Balai Pelestarian Kebudayaan Aceh |
| Depositing User: | Administrator Repositori Kemenbud |
| Date Deposited: | 13 Apr 2026 06:11 |
| Last Modified: | 15 Apr 2026 12:46 |
| URI: | https://repositori.kemenbud.go.id/id/eprint/3925 |
