2005-Haba 36.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.
Download (3MB) | Preview
Abstract
Keanekaragaman suku bangsa yang dimiliki Indonesia oleh sebagian orang saat ini dianggap sebgai faktor penghambat bagi pesatuan dan kesatuan bangsa. Pemikiran ini dilandasi oleh pendapat bahwa akan sangat lebih mudah mempersatukan masyarakat yang hanya terdiri dari sedikit suku bangsa. Pendapat ini tentu saja salah karen sebenarnya keanekaragaman yang dimiliki bangsa ini merupakan suatu anugrah yang tak terkira dari Tuhan Yang Maha Esa dengan adanya keanekaragaman suku bangsa yang lain sehingga terjalin suatu persatuan yang kuat.
Suku bangsa Tamiang yang mendimi wilayah administrasi kab. Tamiang Provinsi Nagnggroe Aceh Darussalam merupakan bukti bahwa masyarakat Aceh juga memiliki Keanekaragaman. Masyarakat Tamiang termasuk ke dalam etnis Melayu yang masih mempertahnkan kebudayaannya sampai saat ini.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | Pendidikan > Kebudayaan Pendidikan > Kebudayaan > Kearifan Lokal Pendidikan > Kebudayaan > Penelitian Kebudayaan |
| Divisions: | Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi > Sekretariat Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi > Balai Pelestarian Kebudayaan > Balai Pelestarian Kebudayaan Aceh |
| Depositing User: | Administrator Repositori Kemenbud |
| Date Deposited: | 13 Apr 2026 06:12 |
| Last Modified: | 15 Apr 2026 12:46 |
| URI: | https://repositori.kemenbud.go.id/id/eprint/3928 |
