2006-Haba 41.pdf - Published Version
Download (3MB) | Preview
Abstract
Memasuki reformasi indonesia memasuki babak baru dalam dunia politik. Dunia politik Indonesia mengalami perubahan yang amat signifikan dibandingkan sebelumnya. Salah satu perubahan yang tampak adalah pemilihan kepala-kepala pemerintahan, baik di tingkat nasional maupun daerah. Kalau sebelumnya, pemilihan kepala-kepala daerh tersebut dilakukan melalui wakil-wakil rakyat, baik di Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) maupun Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Pada masa reformasi ini pemilihan-pemilihan kepala pemerintah ini dilakukan secara langsung melalui pemilihan umum (Presiden/wakil Presiden) dn pemilihan kepala daerah langsung (Gubernur/wakil Gubernur, Bupati/wakil Bupati, Walikota/Wakil Walikota).
Tentunya, dalam setiap pemilu dan pilkadasung banyak terjadi riak-riak yang menyebabkan tidak berjalan lancar acara tersebut. Namun demikian, di balik penyelenggaraan pemilu dan pilkadasung banyak manfaat yang dapat dipetik. Rakyat sudah saatnya menentukan sendiri pemimpin-pemimpinnya. Rakyat yang memiliki masa depan, maka ia harus yang menetukan masa depannya dengan menentukannya sendiri pemimpin terbaiknya.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | Pendidikan > Kebudayaan Pendidikan > Kebudayaan > Penelitian Kebudayaan |
| Divisions: | Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi > Sekretariat Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi > Balai Pelestarian Kebudayaan > Balai Pelestarian Kebudayaan Aceh |
| Depositing User: | Administrator Repositori Kemenbud |
| Date Deposited: | 13 Apr 2026 06:12 |
| Last Modified: | 15 Apr 2026 12:46 |
| URI: | https://repositori.kemenbud.go.id/id/eprint/3932 |
