RAKIT YANG BERUBAH HALUAN.pdf - Published Version
Download (18MB) | Preview
Abstract
Pasang surut hubungan antara pribumi dengan non pribumi seperti kelompok Cina dalam spektrum sejarah sosial di tanah air, senantiasa diwarnai dengan sikap simpati, antipati dan empati dari masyarakat kita. Sepanjang sejarah keberadaan kelompok etnik ini di Indonesia selalu tidak luput dari aroma kepentingan politik dan ekonomi serta implikasi sosial yang menjadikan mereka menjadi salah satu korbannya.
Tak terkecuali dengan Cina-Palembang, politik diskriminasi rasial yang diwariskan oleh Belanda ternyata berlanjut sampai ke periode selanjutnya, termasuk ketika semangat revolusi menjadi nafas hidup rakyat Indonesia pasca proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945. Sikap politik orang Cina yang cenderung ambivalen pada awal kemerdekaan membuat posisi mereka berada dalam pusaran -tarik-menarik- antara mendukung pemerintah Rl atau masih menjaga kesetiaan tradisionalnya kepada bekas majikan mereka (Belanda).
| Item Type: | Book |
|---|---|
| Subjects: | Pendidikan > Kebudayaan > Sejarah Indonesia |
| Divisions: | Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi > Sekretariat Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi > Balai Pelestarian Kebudayaan > Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Barat |
| Depositing User: | Administrator Repositori Kemenbud |
| Date Deposited: | 13 Apr 2026 16:32 |
| Last Modified: | 15 Apr 2026 04:09 |
| URI: | https://repositori.kemenbud.go.id/id/eprint/4029 |
