SEJARAH KAMPUNG MELAYU DI BIMA NUSA TENGGARA BARAT.pdf - Published Version
Download (24MB) | Preview
Abstract
Kampung Melayu adalah wilayah yang diberikan oleh sultan kepada orang-orang Melayu untuk ditinggali. Di wilayah ini orang-orang Melayu selain menjadi para ahli agama juga bermata pencaharian sebagai pedagang atau saudagar. Posisi dari wilayah ini yang strategis, dekat dengan pusat Kota Bima dan juga pesisir pantai, namun demikian tidak ada penduduk dari wilayah ini yang bermata pencaharian sebagai nelayan.
Kampung Melayu menjadi pusat perkembangan agama Islam di Bima, terutama pada masa Sultan Abdul Khair Sirajuddin yang berguru pada lima Ulama Melayu yang tinggal di Kampung Melayu. Beberapa hal yang menjadi ciri perkembangan agama Islam di Bima adalah (1) didirikannya tempat peribadatan Islam pertama di Bima yang disebut dengan langgar Kuno; (2) diresmikannya tiga Hari Raya Islam (Hari Raya Maulud Nabi, Hari Raya Idul Fitri, dan Idul Adha) sebagai perayaan kesultanan; (3) dibentuknya lembaga Sara Hukum yang memastikan ajaran Islam menjadi dasar dari Kesultanan Bima, dan (4) dibentuknya sistem pengajaran agama Islam bagi masyarakat Bima.
| Item Type: | Book |
|---|---|
| Subjects: | Pendidikan > Kebudayaan > Masyarakat Adat Pendidikan > Kebudayaan > Sejarah Indonesia |
| Divisions: | Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi > Sekretariat Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi > Balai Pelestarian Kebudayaan > Balai Pelestarian Kebudayaan Bali |
| Depositing User: | Administrator Repositori Kemenbud |
| Date Deposited: | 13 Apr 2026 16:46 |
| Last Modified: | 15 Apr 2026 12:58 |
| URI: | https://repositori.kemenbud.go.id/id/eprint/4038 |
