Studi tentang sosial budaya masyarakat daerah perbatasan: studi kasus masyarakat Pulau Marore Kabupaten Kepulauan Sangihe

Book
Ulaen, Alex J., Nugrahini, Paulina, Setiawan, Christian, Dukalang, Asrullah and Alinabur, Alinabur (2012) Studi tentang sosial budaya masyarakat daerah perbatasan: studi kasus masyarakat Pulau Marore Kabupaten Kepulauan Sangihe. Balai Pelestarian Nilai Budaya Manado, Yogyakarta. ISBN 9786029374452

[thumbnail of Buku ini berkaitan dengan penelitian kebudayaan]
Preview
Text (Buku ini berkaitan dengan penelitian kebudayaan)
STUDI KASUS MASYARAKAT PULAU MARORE KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE.pdf - Published Version

Download (48MB) | Preview

Abstract

Studi tentang Sosial Budaya Masyarakat Daerah Perbatasan: Studi Kasus Masyarakat di Pulau Marore Kabupaten Kepulauan Sangihe ini merupakan bagian dari kajian ekspresi keragaman budaya dibiayai oleh Balai Pelestarian Njlai Budaya
Manado. Studi ini mencoba memahami kehidupan pendukung tradisi bahari di Nusa Utara dan khususnya warga Marore di wilayah perbatasan antar negara (Indonesia ­Filipina). Studi ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan etnohistori meskipun tidak menutup penggunaan pendekatan lainnya yang lazim dalam kajian humaniora.
Beberapa temuan dalam studi ini antara lain, tradisi bahari yang didukung warga nusa utara memiliki ekspresi budaya yang terekam dalam pengetahuan tentang musim, perbintangan, klasifikasi dan orientasi geografis, dan mata angin secara tradisional. Pengetahuan tersebut menjadi pedoman ketika mereka melaut dan menjalankan tradisi badaseng.
Masuknya unsur budaya baru seperti penggunaan mesin sebagai penggerak perahu, telah menggeser penggunaan perahu sampan secara tradisional, sekaligus mempengaruhi ilmu pengetahuan dan unsur budaya-nir-benda dari dunia kognisi warga.
Praktek badaseng menghasilkan diaspora warga pendukung tradisi bahari tidak sebatas wilayah tanah air tetapi juga sampai ke wilayah negara tetangga. Praktek melaut dengan tradisi badaseng ini mendasari warga melakukan aktivitas melintasi batas dua negara dan berdiaspora di Mindanao.
Kenyataan tersebut mendorong pemerintah kedua negara sepakat mengadakan perjanjian lintas batas yang isinya mengatur repatriasi, legalisasi, dan naturalisasi warga Nusa Utara dan khususnya Marore yang menetap di wilayah Filipina.

Item Type: Book
Subjects: Pendidikan > Kebudayaan > Nilai Budaya
Pendidikan > Kebudayaan > Kearifan Lokal
Pendidikan > Kebudayaan > Warisan Budaya
Pendidikan > Kebudayaan > Penelitian Kebudayaan
Divisions: Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi > Sekretariat Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi > Balai Pelestarian Kebudayaan > Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara
Depositing User: Administrator Repositori Kemenbud
Date Deposited: 13 Apr 2026 18:31
Last Modified: 15 Apr 2026 14:19
URI: https://repositori.kemenbud.go.id/id/eprint/4094

Actions (login required)

View Item
View Item