Pertambangan emas di sungai katingan perubahan fungsi sungai bagi masyarakat Dayak Ngaju

Book
Prastiwi, Septi Dhanik, Wahyudi, Ari and Thomas, Jonathan Philip (2018) Pertambangan emas di sungai katingan perubahan fungsi sungai bagi masyarakat Dayak Ngaju. Balai Pelestarian Nilai Budaya Kalimantan Barat, Pontianak. ISBN 9786023916719

[thumbnail of Pertambangan Emas di Sungai Katingan Perubahan Fungsi Sungai Bagi Masyarakat Dayak Ngaju.pdf]
Preview
Text
Pertambangan Emas di Sungai Katingan Perubahan Fungsi Sungai Bagi Masyarakat Dayak Ngaju.pdf

Download (11MB) | Preview

Abstract

Rendahnya harga rotan dan karet mendorong warga Penda Dahian beralih menjadi penambang emas di sungai. Pertambangan emas yang marak di tahun 2014 nyatanya memang mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan bahkan mampu menggairahkan ekonomi warga yang ditandai dengan munculnya warung-warung penyedia kebutuhan hidup di desa. Namun meski demikian, pertambangan emas juga memberikan dampak negatif tidak hanya bagi lingkungan sungai namun juga pada kehidupan warga. Perubahan mata pencaharian dari pengelolaan sumber daya di darat menjadi pengelolaan sumber daya air terjadi karena adanya perubahan penilaian terhadap sumber daya tersebut. Kandungan emas di sungai meski sifatnya tidak pasti dan tidak nyata, dinilai lebih mampu memenuhi kebutuhan hidup dibandingkan nilai emas dan rotan yang sebenarnya merupakan sumber daya yang pasti dan nyata. Perubahan penilaian tersebut menjadikan sungai kemudian dipergunakan sebagai sumber penghidupan. Pertambangan emas di sungai Kahayan memperlihatkan dua hal yaitu perubahan orientasi dalam pemanfaatan sumber daya alam dan memperlihatkan terjadinya perubahan fungsi sungai. Sungai yang awalnya hanya berfungsi sebagai media penunjang kehidupan, kini dijadikan sebagai sumber utama mata pencaharian warga. Potensi emas yang ada didalamnya menjadikan sungai sebagai obyek kerja. Dalam hal ini, hubungan manusia dengan sungai yang awalnya adalah subyek kini hubungan itu berubah menjadi subyek-obyek. Pada hubungan ini, manusia menempatkan dirinya sebagai subyek dan menjadikan sungai sebagai obyek untuk mendapatkan sumber daya yang terkandung didalamnya.

Item Type: Book
Subjects: Pendidikan > Kebudayaan
Pendidikan > Kebudayaan > Nilai Budaya
Pendidikan > Kebudayaan > Cagar Budaya
Pendidikan > Kebudayaan > Kearifan Lokal
Pendidikan > Kebudayaan > Seni dan Kesenian
Pendidikan > Kebudayaan > Warisan Budaya
Divisions: Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi > Sekretariat Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi > Balai Pelestarian Kebudayaan > Balai Pelestarian Kebudayaan Kalimantan Barat
Depositing User: Administrator Repositori Kemenbud
Date Deposited: 13 Apr 2026 23:28
Last Modified: 15 Apr 2026 13:41
URI: https://repositori.kemenbud.go.id/id/eprint/4359

Actions (login required)

View Item
View Item