FUNGSI KELUARGA DALAM PENANAMAN NILAI BUDAYA MASYARAKAT SUKU BANGSA LEMBAK.PDF
Download (33MB) | Preview
Abstract
Masyarakat-masyarakat pedesaan di Indonesia umumnya terdiri dari kelompok-kelompok suku bangsa yang memiliki nilai-nilai budaya yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Nilai-nilai budaya tersebut merupakan pedoman atau acuan yang digunakan masyarakat pendukungnya. Dalam bersikap dan bertingkah laku bukan saja menghadapi lingkungan sosial
dan lingkungan tempat tinggalnya, tetapi juga ketika menghadapi masuknya pembangunan dari luar masyarakatnya. Masalahnya, tidak semua nilai-nilai budaya yang dimiliki oleh kelompok-kelompok tersebut mendukung pembangunan.
Sebagai unit sosial yang terkecil dimasyarakat, keluarga merupakan wadah utama yang memiliki fungsi menanamkan (mensosialisasikan) nilai-nilai budaya. Dengan demikian orang tua (ayah- ibu) memegang peranan penting dalam membentuk kepribadian seorang anak dalam menghadapi berbagai persoalan hidup didalam lingkungan keluarga maupun di masyarakat. Orientasi nilai budaya yang ditanamkan kepada anak pada dasarnya ditentukan oleh beberapa hal antara lain adalah kondisi tempat tinggal dimana masyarakat bersangkutan berada, pendidikan, pekerjaan dan pengalaman hidup. Dilihat dari efektifitasnya, ternyata banyak nilai-nilai budaya suatu ketompok suku bangsa kurang efektif ketika dihadapi dengan pembangunan.
| Item Type: | Book |
|---|---|
| Subjects: | Pendidikan > Kebudayaan Pendidikan > Kebudayaan > Nilai Budaya Pendidikan > Kebudayaan > Masyarakat Adat |
| Divisions: | Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi > Sekretariat Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi > Balai Pelestarian Kebudayaan > Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Barat |
| Depositing User: | Administrator Repositori Kemenbud |
| Date Deposited: | 14 Apr 2026 02:16 |
| Last Modified: | 15 Apr 2026 04:09 |
| URI: | https://repositori.kemenbud.go.id/id/eprint/4393 |
