Abstract
Situs ini terletak dikabupaten ngawi berada di lingkungan aliran sungai bengawan solo. Nama ‘’Trinil’’ mulai banyak diperbincangkan para kalangan ilmuwan sejak ditemukannya atap tengkorak dan tulang paha Pithencantropus erectus oleh Eugene Dubois pada tahun 1891. Situs Trinil masih menyimpan banyak rahasia yang terkandung dalam endapan sedimennya, maka perlu dilakukan pengambilan data kembali termasuk salah satunya adalah data geologi. Metode survei primer dan metode survei sekunder untuk pengumpulan data, dan metode analisis digunakan untuk penyusunan pengolahan data geologi situs Trinil.
Berdasarkan geomorfologi situs Trinil termasuk dalam bentuk lahan fluvial dataran bergelombang landai,stratigrafi daerah penelitian tersusun oleh beberapa satuan batuan yaitu dari tua ke muda : satuan batu gamping (formasi kalibeng) berumur Pleistosen awal mencirikan fasies vulkanik lingkungan sungai (darat) dan begitupula endapan teras. Berdasarkan pengukuran jurus dan kemiringan lapisan batuan pada breksi vulkanik da batu gamping menunjukkan jurus lapisan cenderung berarah ke timur dan menunjukkan struktur geologo berupa monoklin.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | Pendidikan > Kebudayaan Pendidikan > Kebudayaan > Penelitian Pendidikan > Kebudayaan > Arkeologi Pendidikan > Kebudayaan > Cagar Budaya Pendidikan > Kebudayaan > Warisan Budaya ?? PED009 ?? |
| Divisions: | Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi > Sekretariat Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi > Museum dan Cagar Budaya > Museum Manusia Purba Sangiran |
| Depositing User: | Administrator Repositori Kemenbud |
| Date Deposited: | 28 Mar 2018 06:21 |
| Last Modified: | 15 Apr 2026 14:33 |
| URI: | https://repositori.kemenbud.go.id/id/eprint/4594 |
