REVITALISASI DESA ADAT DAN DAMPAK SOSIAL BUDAYA DI PULAU SUMBA.pdf - Published Version
Download (60MB) | Preview
Abstract
Dewasa ini banyak desa-desa adat di Pulau Sumba yang hampir punah dan mulai ditinggalkan masyarakat pendukungnya karena sudah tidak lagi memiliki rumah adat sebagai salah satu faktor yang dapat mempersatukan mereka. Banyak rumah adat yang hancur karena faktor alam seperti cuaca dan iklim, bencana alam, bahan bangunan yang telah termakan usia, dan berbagai faktor lainnya, sehingga diperlukan adanya renovasi maupun pembangunan baru. Untuk itulah Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Kepercayaan te rhadap Tuhan YME dan Tradisi melakukan kegiatan Revitalisasi Desa Adat sebagai upaya pelestarian. Revitalisasi penting untuk dilakukan karena desa adat merupakan pewaris, pelestari sekaligus pelaku aktif kearifan-kearifan lokal yang sangat potensial dalam mempertahankan identitas suku bangsa serta membangun kesadaran akan keberagaman budaya.
| Item Type: | Book |
|---|---|
| Subjects: | Pendidikan > Kebudayaan Pendidikan > Kebudayaan > Kepercayaan Pendidikan > Kebudayaan > Kampung Adat |
| Divisions: | Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi > Direktorat Bina Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat |
| Depositing User: | Administrator Repositori Kemenbud |
| Date Deposited: | 26 Apr 2026 14:43 |
| Last Modified: | 26 Apr 2026 14:44 |
| URI: | https://repositori.kemenbud.go.id/id/eprint/4636 |
