MONUMEN PERJUANGAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA.pdf - Published Version
Download (60MB) | Preview
Abstract
Adalah merupakan kenyataan, bahwa pekik kemerdekaan yang telah diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945 itu disambut gembira oleh segenap lapisan rakyat Indonesia di seluruh pelosok bumi Nusantara. Pekik kemerdekaan yang terus bergema tampak semakin mengikat erat jiwa dan raga rakyat Indonesia menjadi satu kekuatan yang bulat dan karenanya rela mengorbankan jiwa dan raga untuk mempertahankan haknya. Oleh karena itu, ketika Belanda dengan segala dalih serta tak-tik lainnya ingin kembali menegakkan kekuasaannya di atas negara yang telah kita rebut dari tangan Jepang, maka rakyat Indonesia memberikan reaksi keras yang ditandai dengan meledaknya perlawanan rakyat Indonesia secara serentak dan menyeluruh. Perlawanan yang heroik dan patriotik melaju bagaikan gelombang samudera yang mengganas siap menerjang dan menghempaskan kekuatan penjajah dari muka bumi Indonesia. Demikianlah sikap, perbuatan serta tindakan Bangsa Indonesia menghadapi Belanda pada masa revolusi fisik. Puncak perjuangan rakyat Indonesia pada umumnya dan rakyat Daerah Istimewa Yogyakarta pada khususnya adalah dalam menghadapi Agresi Militer Belanda II. Jatuhnya Yogyakarta yang kedudukannya sebagai ibukota Republik Indonesia tidaklah mematahkan semangat perjuangan, bahkan kekuatan militer ataupun organisasi semi militer bersama penduduk setempat berjuang untuk mengusir penjajah secara gerilya.
| Item Type: | Book |
|---|---|
| Subjects: | Pendidikan > Kebudayaan > Sejarah Indonesia |
| Divisions: | Sekretariat Jenderal Kementerian Kebudayaan |
| Depositing User: | Administrator Repositori Kemenbud |
| Date Deposited: | 26 Apr 2026 15:56 |
| Last Modified: | 26 Apr 2026 15:56 |
| URI: | https://repositori.kemenbud.go.id/id/eprint/4876 |
