SISTEM KESATUAN HIDUP SETEMPAT DAERAH JAWA TIMUR.pdf - Published Version
Download (54MB) | Preview
Abstract
Kesatuan hidup setempat sebagai wahana proses pelestarian budaya, memperlihatkan perobahan atas dinamika sosial, yang antara satu komunitas dengan komunitas lain tidak selalu terjadi secara serempak. Demikian pula perobahan tersebut, berlalu dalam irama yang berbeda-beda pula. Selain itu, hubungan kontak kebudayaan itu, sedikit banyak dipengaruhi pula oleh letak suatu wilayah, sebagai suatu kesatuan hidup setempat, begitupun keterpencilan desa dari desa sekitarnya ikut mewarnai corak tersebut. Dalam banyak hal telah terjadi pergeseran kekuasaan dari pimpinan tradisional kepada unsur pimpinan masa kini. Begitu pula dengan adanya struktur sosial yang bernama Rukun Warga (RW) dan Rukun Tetangga (RT) dalam masyarakat desa, telah membawa pengaruh terhadap solidaritas kelompok masyarakat yang lebih menekankan kepada kesatuan administratif, yang mengatasi ke�satuan atas dasar kekerabatan. Tujuan kepenulisan ini untuk mencatat adat-istiadat yang bertema kesatuan hidup setempat.
| Item Type: | Book |
|---|---|
| Subjects: | Pendidikan > Kebudayaan Pendidikan > Kebudayaan > Nilai Budaya Pendidikan > Kebudayaan > Kearifan Lokal Pendidikan > Kebudayaan > Warisan Budaya Pendidikan > Kebudayaan > Penelitian Kebudayaan |
| Divisions: | Sekretariat Jenderal Kementerian Kebudayaan |
| Depositing User: | Administrator Repositori Kemenbud |
| Date Deposited: | 27 Apr 2026 02:08 |
| Last Modified: | 27 Apr 2026 02:08 |
| URI: | https://repositori.kemenbud.go.id/id/eprint/5029 |
