SISTEM KESATUAN HIDUP SETEMPAT DAERAH SULTENG TAHUN 1980-1981.pdf - Published Version
Download (70MB) | Preview
Abstract
Sistem Kesatuan Hidup Setempat merupakan ikatan yang erat antara pendukung suatu kehidupan, yaitu suku bangsa Kaili, Buol, dan Lore dengan tempat dan lingkungan kediamannya. Hal ini dapat dilihat karena adanya proses perubahan kebudayaan dari kurun ke kurun waktu selama ini telah terjadi perubahan kebudayaan dalam kesatuan hidup setempat dari ketiga suku bangsa ini. Proses perubahan ini telah merubah bentuk dan sifat dari Sistem Kesatuan Hidup Setempat itu. Dan sebaliknya apabila dilihat pembangunan yang sementara digalakkan dewasa ini, pada hakekatnya merupakan suatu proses pembaharuan di segala bidang kehidupan. Proses ini menuntut pula perubahan-perubahan kebudayaan di dalam masyarakat kita, termasuk di dalamnya sistem kesatuan hidup setempat. Perubahan-perubahan itu baik berjalan secara lambat maupun cepat, selain tidak menggeser wujud-wujud kebudayaan lama, di lain pihak dapat pula menimbulkan ketegangan-ketegangan sosial dalam masyarakat pendukung kebudayaannya.
| Item Type: | Book |
|---|---|
| Subjects: | Pendidikan > Kebudayaan Pendidikan > Kebudayaan > Nilai Budaya Pendidikan > Kebudayaan > Penelitian Kebudayaan |
| Divisions: | Sekretariat Jenderal Kementerian Kebudayaan |
| Depositing User: | Administrator Repositori Kemenbud |
| Date Deposited: | 27 Apr 2026 02:11 |
| Last Modified: | 27 Apr 2026 02:11 |
| URI: | https://repositori.kemenbud.go.id/id/eprint/5040 |
