Ajaran organisasi penghayat kepercayaan terhadap tuhan yang maha esa: kekeluargaan

Book
Istiasih, Istiasih (1999) Ajaran organisasi penghayat kepercayaan terhadap tuhan yang maha esa: kekeluargaan. Bagian Proyek Inventarisasi Kepercayaan terhadap Tuhan YME, Jakarta.

[thumbnail of Buku ini berisi penjelasan tentang ajaran organisasi penghayat kepercayaan kekeluargaan]
Preview
Text (Buku ini berisi penjelasan tentang ajaran organisasi penghayat kepercayaan kekeluargaan)
AJARAN ORGANISASI PENGHAYAT KEPERCAYAAN TERHADAP TUHAN YME KEKELUARGAAN.pdf - Published Version

Download (9MB) | Preview

Abstract

Syarat mutlak bagi sebuah organisasi penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah meyakini adanya Tuhan Yang Maha Esa. Sementara bagi warga organisas ipenghayat, di samping meyakini adanya Tuhan, mereka juga berusaha untuk se lalu mendekatkan diri kepada-Nya. Dalam Organisasi Kekeluargaan, pelaksanaan penghayatan kepada Tuhan disebut dengan sembahyang. Pelaksanaan sembahyang ini dapat dilakukan sendiri maupun bersama-sama.
Kewajiban melakukan sembahyang bagi warga Organisasi Kekeluargaan adalah malam hari. Sementara sembahyang pada upacara kaulan maupun pada hari-hari suci tidaklah termasuk wajib, tetapi akan lebih baik jika dilakukan juga. Kewajiban menjalankan sembahyang ini tidak berlaku bagi yang sedang datang bulan atau ada keluarganya yang meninggal. Artinya. mereka justru tidak diperbolehkan menjalankan sembahyang karena sedang kotor.

Item Type: Book
Subjects: Pendidikan > Kebudayaan > Kepercayaan
Pendidikan > Kebudayaan > Masyarakat Adat
Divisions: Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi > Direktorat Bina Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat
Depositing User: Administrator Repositori Kemenbud
Date Deposited: 27 Apr 2026 03:09
Last Modified: 27 Apr 2026 03:10
URI: https://repositori.kemenbud.go.id/id/eprint/5134

Actions (login required)

View Item
View Item