PERISEAN DI LOMBOK NTB.pdf - Published Version
Download (29MB) | Preview
Abstract
Seiring perkembangan zaman, perisean termasuk salah satu seni bela diri yang sangat di gandrungi oleh masyarakat Lombok. Perisean menjadi agenda permainan rakyat maupun olahraga tradisional yang lebih identik dengan olahraga laki-laki dan menuntut sportifitas pemain. Pemain yang kalah tidak pernah menyimpan dendam antarpemain. lni disebabkan adanya kesadaran personal dan komunal untuk ikut berperan membantu kepentingan masyarakat. Darah yang mengalir akibat pukulan rotan dalam pertarungan perisean diyakini sebagai upaya menolong masyarakat memohon turunnya hujan.
Saat ini perisean masih dipertunjukkan pada hari-hari acara roahan (upacara adat), dan acara-acara seremonial pemerintah. Di samping itu, perisean sering dipertunjukkan dalam acara-acara tertentu untuk mengangkat kembali budaya-budaya tradisional di Pulau Lombok. Bahkan, pertunjukkan perisean kini dimanfaatkan sebagai salah satu daya tarik wisatawan asing dalam mempelajari budaya masyarakat Sasak. Pembahasan tentang perisean dititikberatkan pada tiga hal yaitu tentang latar belakang, sejarah, bentuk, fungsi dan tentang makna perisean. Dengan demikian, buku ini dapat digunakan sebagai media pengembangan dan pelestarian perisean sebagai salah satu kesenian khas masyarakat Sasak agar tidak terjadi kepunahan salah satu unsur budaya.
| Item Type: | Book |
|---|---|
| Subjects: | Pendidikan > Kebudayaan Pendidikan > Kebudayaan > Seni Pertunjukkan Pendidikan > Kebudayaan > Warisan Budaya |
| Divisions: | Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi > Sekretariat Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi > Balai Pelestarian Kebudayaan > Balai Pelestarian Kebudayaan Bali |
| Depositing User: | Administrator Repositori Kemenbud |
| Date Deposited: | 27 Apr 2026 04:44 |
| Last Modified: | 11 Jun 2026 14:55 |
| URI: | https://repositori.kemenbud.go.id/id/eprint/5332 |
