KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT PANGANDARAN DALAM MENGHADAPI BENCANA ALAM.pdf - Published Version
Download (25MB) | Preview
Abstract
Kabupaten Pangandaran merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi bencana alam cukup besar. Mulai dari gelombang tsunami, tanah longsor, banjir hingga angin puting beliung. Pada tahun 2006 lalu, daerah tersebut pun pernah tersapu oleh gelombang tsunami yang mengakibatkan ratusan jiwa meninggal dunia, ratusan rumah tinggal hancur luluh lantak.
Dengan potensi bencana yang cukup besar tersebut, diperlukan upaya penanggulangan, pencegahan, dan deteksi dini. Selain itu pula, kesadaran dan pengetahuan masyarakat akan bahaya bencana pun perlu ditumbuhkan. Dalam khasanah pustaka pengurangan risiko bencana, ada empat argumen dasar yang mendukung pentingnya kearifan lokal. Pertama, berbagai praktik dan strategi spesifik masyarakat asli yang terkandung di dalam kearifan lokal, yang telah terbukti sangat berharga dalam menghadapi bencana-bencana alam, dapat ditransfer dan diadaptasi oleh komunitas-komunitas lain yang menghadapi situasi serupa.
| Item Type: | Book |
|---|---|
| Subjects: | Pendidikan > Kebudayaan > Kearifan Lokal Pendidikan > Kebudayaan > Penelitian Kebudayaan |
| Divisions: | Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi > Sekretariat Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi > Balai Pelestarian Kebudayaan > Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat |
| Depositing User: | Administrator Repositori Kemenbud |
| Date Deposited: | 27 Apr 2026 05:33 |
| Last Modified: | 11 Jun 2026 15:07 |
| URI: | https://repositori.kemenbud.go.id/id/eprint/5415 |
