MAKEPUNG.pdf - Published Version
Download (18MB) | Preview
Abstract
Warisan budaya nonbenda yang sangat spesifik dimiliki oleh masyarakat Jembrana dan telah menjadi salah satu identitas Jembrana adalah makepung. Keberadaan makepung erat kaitannya dengan struktur geografis dan mata pencaharian sebagian besar masyarakat Jembrana di bidang pertanian. Inspirasi makepung berasal dari tahapan-tahapan pengelolaan sawah. Sebelum dapat ditanami, sawah harus melalui proses penggemburan tanah untuk menjadi lumpur yang dikenal dengan istilah membajak. Para petani di Bali, khususnya Jembrana biasanya menggunakan sapi atau kerbau untuk membantu melaksanakan tugas ini. Di Jembrana, kegiatan membajak umumnya menggunakan kerbau dan dilakukan secara bergotong-royong, sehingga satu petak sawah bisa dibajak oleh beberapa pasang kerbau. Dari kegiatan inilah kemudian muncul ide para petani untuk mengadu kebolehan kerbaunya dalam hal menarik lampit.
| Item Type: | Book |
|---|---|
| Subjects: | Pendidikan > Kebudayaan > Masyarakat Adat Pendidikan > Kebudayaan > Penelitian Kebudayaan |
| Divisions: | Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi > Sekretariat Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi > Balai Pelestarian Kebudayaan > Balai Pelestarian Kebudayaan Bali |
| Depositing User: | Administrator Repositori Kemenbud |
| Date Deposited: | 27 Apr 2026 06:16 |
| Last Modified: | 11 Jun 2026 14:58 |
| URI: | https://repositori.kemenbud.go.id/id/eprint/5497 |
