MENITI RIAK GELOMBANG PERUBAHAN.PDF - Published Version
Download (23MB) | Preview
Abstract
Bagi orang Melayu di Kepulauan Riau, masa lalu sama pentingnya dengan masa kini dan masa depan, bahkan dianggap paling penting. Bukan hanya pada wilayah individual semata, terlebih juga pada masa lalu kolektif. Masa lalu kolektif bagi orang Melayu adalah masa kesultanan. Apa yang terjadi pada masa kesultanan merupakan yang kuasanya melingkupi kehidupan di masa-masa selanjutnya. Meskipun masa ini sudah terjadi berabad-abad lalu, dan bahkan hanya menyisakan puing-puing istana lama dan kisah tragis keruntuhannya. Namun, yang kekal menjadi semangat yang berkuasa di masa kini adalah kisah kejayaan kesultanan. Setidaknya itu yang tertangkap pada sebagian orang Melayu, terutama yang tinggal di dekat pusat pemerintahan masa lalu seperti di Tanjungpinang, atau secara khusus Penyengat.
Menariknya, meskipun masa lalu kolektif itu tidak dialami langsung, namun ingatan mengenainya dapat lestari pada generasi-generasi berikut. Seakan-akan mereka sendiri memang mengalaminya langsung. Padahal pelestarian ingatan komunal ini pun tidak melalui proses formal dan disengaja. Bahkan, sebagian besar juga tidak melibatkan referensi literatur. Namun, ingatan itu dapat bertahan nyaris dalam versi yang baku, melintasi masa-masa kemudian.
| Item Type: | Book |
|---|---|
| Subjects: | Pendidikan > Kebudayaan > Masyarakat Adat Pendidikan > Kebudayaan > Penelitian Kebudayaan |
| Divisions: | Sekretariat Jenderal Kementerian Kebudayaan |
| Depositing User: | Administrator Repositori Kemenbud |
| Date Deposited: | 27 Apr 2026 06:20 |
| Last Modified: | 27 Apr 2026 06:20 |
| URI: | https://repositori.kemenbud.go.id/id/eprint/5517 |
