Multikulturalisme_Mukhsin_Jamil.pdf
Download (153kB) | Preview
Abstract
Agama oleh pemeluknya diyakini sebagai jalan keselamatan. Bahkan klaim
keselamatan itu pada setiap umat agama seringkali berlaku eksklusif. Artinya masingmasing
umat beragama meyakini bahwa hanya agamanyalah yang merupakan satusatunya
jalan keselamatan. Sedangkan agama yang lain dianggap sebagai tidak Syah
atau setidaknya merupakan sebentuk penyimpangan. Inilah yang bisa kita pahami dari
sebagian penafsiran atas doktrin extra exclesia nula solum (di luar gereja tidak ada
keselamatan) bagi kalangan Kristiani atau doktrin yang mengatakan waman yabtaghi
ghoira al-Islama dinan fala yuqbalu minhu (barangsiapa yang mencari agama selain
Islam maka tidak akan diterima). Kalau demikian kenyataannya, maka bagaimanakah
pandangan agama-agama terhadap kemajemukan/keberagaman, lebih. Berkaitan dengan
tema seminar kali ini maka pertanyaan dasarnya adalah bagaimana agama memandang
multukulturalisme. Lebih tepatnya bagaimana umat beragama menempatkan kehidupan
beragama di tengah masyarakat multi kultural.
| Item Type: | Monograph (Working Paper) |
|---|---|
| Subjects: | Pendidikan > Kebudayaan Pendidikan > Kebudayaan > Penelitian Kebudayaan |
| Divisions: | Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi > Sekretariat Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi > Balai Pelestarian Kebudayaan > Balai Pelestarian Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta |
| Depositing User: | Administrator Repositori Kemenbud |
| Date Deposited: | 12 Apr 2026 05:22 |
| Last Modified: | 15 Apr 2026 13:07 |
| URI: | https://repositori.kemenbud.go.id/id/eprint/73 |
