studi pertumbuhan dan pemudaran kota pelabuhan.pdf
Download (7MB) | Preview
Abstract
Wilayah Nusantara berada pada posisi silang antara dua benua dan antara dua samudera. Pada abad-abad yang lalu Malaka merupakan salah satu pintu gerbang untuk masuk ke wilayah Nusantara. Perairan Selat Malaka merupakan prasarana jalur pelayaran perdagangan, terutama bagi pedagang-pedagang Eropa untuk memperoleh rempah-rempah Kejatuhan Malaka ke tangan Bangsa Portugis pada awal abad XVI menyebabkan para pedagang Islam yang biasa berdagang di Malaka menyingkir ke wilayah Kerajaan Aceh dan menyusur pantai barat Sumatera.
Peralihan kegiatan perdagangan ke wilayah kerajaan Aceh
menyebabkan pusat perdagangan berada di Aceh. Perkembangan ja1ur perdagangan di Wilaycili Aceh menyebabkan pula perkembangan kota-kota pelabuhan di pantai barat Sumatera. Pada waktu itu Kerjaan Aceh menguasai perdagangan di Pantai barat Sumatera. Kota-kota pelabuhan yang berada di pantai barat Sumatera ini antara lain adalah Singkil, Barus, Sibolga, Natal, dan Emma Haven (Telukbayur).
| Item Type: | Book |
|---|---|
| Subjects: | ?? PED001 ?? ?? PED003 ?? ?? PED007.14 ?? Pendidikan > Kebudayaan Pendidikan > Kebudayaan > Sejarah Indonesia ?? PED009 ?? |
| Divisions: | Sekretariat Jenderal Kementerian Kebudayaan |
| Depositing User: | Administrator Repositori Kemenbud |
| Date Deposited: | 12 Apr 2026 08:52 |
| Last Modified: | 12 Apr 2026 08:52 |
| URI: | https://repositori.kemenbud.go.id/id/eprint/771 |
