MAKANAN ; WUJUD VARIASI DAN FUNGSI SERTA CARA PENYAJIAN ORANG SUNDA.pdf - Published Version
Download (115MB)
Abstract
Dengan mengkaji uraian dari buku ini, kiranya dapat disimpulkan bahwa wujud, variasi, fungsi dan cara penyajian maknaan pada masyarakat Sunda banyak ditentukan oleh faktor-faktor lingkungan fisik, pelapisan sosial, adat kebiasaan, agama dan kepercayaan.
- Lingkungan Fisik
Alam Jawa Barat dapat dikatakan relatif subur, memungkinkan segala macam tanaman dapat tumbuh dengan baik. Berbagai macam sayur-sayuran, buah-buahan, umbi-umbian dapat diwujudkan sebagai makanan yang dapat memenuhi kebutuhan untuk mempertahankan hidup.
- Pelapisan Sosial
Variasi makanan pada umumnya lebih didapatkan pada lapisan menengah dan atas bila dibandingkan dengan lapisan bawah. Hal itu diakibatkan oleh kemampuan daya beli dan pendidikan yang tidak sama antara lapisan-lapisan tersebut.
- Adat Kebiasaan
Kebiasaan makan ngariung atau makan bersama telah terpola pada masyarakat Sunda, baik dengan cara duduk di bawah (di tikar) maupun di atas kursi. Di pedesaan, makan ngariung di tikar masih banyak ditemukan, baik pada waktu makan sehari-hari maupun dalam upacara-upacara tertentu.
- Agama dan Kepercayaan
Agama dan kepercayaan masyarakat Sunda mewarnai pula wujud, variasi, fungsi dan penyajian makanannya. Pelarangan makan daging babi yang dianut oleh masyarakat Sunda sebagian besar beragama islam masih kuat dipertahankan. Begitu pula larangan meminum minuman keras dan sebangsanya.
| Item Type: | Book |
|---|---|
| Subjects: | Pendidikan > Kebudayaan > Makanan Tradisional |
| Divisions: | Sekretariat Jenderal Kementerian Kebudayaan |
| Depositing User: | Administrator Repositori Kemenbud |
| Date Deposited: | 13 Apr 2026 20:17 |
| Last Modified: | 13 Apr 2026 20:19 |
| URI: | https://repositori.kemenbud.go.id/id/eprint/4225 |
