Arsitektur Vernakular Borobudur

Book
Adishakti, Laretna T., Novianto, Mohammad Cahyo, Setyawan, Hari, Purwestri, Nadia, Putranto, Andi, Cahyo, Ar. Eko and Kusumah, M. Panji (2024) Arsitektur Vernakular Borobudur. Cet.Pertama ed. Museum dan Cagar Budaya Unit Warisan Dunia Borobudur, Magelang. ISBN 978-623-388-084-8

[thumbnail of ARSITEKTUR VERNAKULAR BOROBUDUR.pdf]
Preview
Text
ARSITEKTUR VERNAKULAR BOROBUDUR.pdf

Download (196MB) | Preview

Abstract

Berdasarkan pada kriteria nilai universal luar biasa Kompleks Candi Borobudur sebagai warisan dunia, maka terdapat 6 atribut yang harus dilestarikan pada kawasan Borobudur. Atribut ini dilestarikan melalui kebijakan pembangunan berkelanjutan dan kebijakan inklusif dalam pemanfaatan Kompleks Candi Borobudur baik untuk tujuan agama, penelitian, pendidikan, tradisi, wisata, dan kepentingan lainnya (Borobudur Temple Compounds Management Plan, 2021). Kriteria-kriteria tersebut dilindungi secara hukum dalam Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Borobudur dan Sekitarnya. Pada atribut ketiga disebutkan mengenai lanskap budaya Borobudur yang terdiri dari alam dan budaya masyarakat. Lingkungan alam Kompleks Candi Borobudur berada di cekungan Kedu yang dikelilingi oleh beberapa gunung berapi (Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Sumbing), gunung tidak berapi (Gunung Tidar, Gunung Telomoyo, Gunung Andong), serta pengunungan Menoreh. Lokasi candi juga berada diantara dua sungai, Sungai Progo dan Sungai Elo. Kondisi bentang alam yang subur tersebut mendominasi penggunaan lahan sebagai kawasan pertanian. Masyarakat di kawasan Borobudur merupakan masyarakat pedesaan yang masih hidup dengan cara tradisional. Sistem sosial, kebiasaan sosial serta pengetahuan lokal masih dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu eleman lanskap budaya yang terlihat jelas dari Kawasan Borobudur adalah arsitektur tradisional atau arsitektur vernakularnya. Arsitektur vernakular adalah gaya arsitektur yang berkembang dari tradisi lokal, bahan bangunan lokal, teknik kontruksi tradisional, serta budaya dan lingkungan tempat arsitektur tersebut berada. Tahun 2016 seiring ditetapkannya Candi Borobudur sebagai destinasi super prioritas, banyak perubahan besar yang dilakukan di Kawasan Borobudur. Perubahan ini tidak hanya mengubah suasana Kawasan Borobudur yang dahulunya pedesaan menjadi gemerlap dengan banyaknya lampu pada malam hari di sepanjang koridor Kawasan Borobudur. Banyak rumah penduduk yang diubah menjadi homestay dan diubah fasadnya menggunakan bata ekspos. Perubahan fasad tersebut seakan mengubah karakter Kawasan Borobudur menjadi seperti daerah lain yang unsur utamanya adalah bata. Penyusunan Buku "Arsitektur Vernakular Borobudur" memiliki beberapa tujuan penting yang berkaitan dengan pelestarian, edukasi, promosi dan pengembangan budaya serta arsitektur tradisional di kawasan Borobudur. Buku ini mengumpulkan dan merekam berbagai elemen arsitektur tradisional, teknik konstruksi, dan material yang digunakan serta tindakan konservasi yang dilakukan sehingga informasi tersebut disimpan dan dilestarikan untuk generasi mendatang.

Item Type: Book
Subjects: Pendidikan > Kebudayaan > Arkeologi
Pendidikan > Kebudayaan > Rumah Tradisional
Pendidikan > Kebudayaan > Cagar Budaya
Pendidikan > Kebudayaan > Warisan Budaya
Divisions: Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi > Sekretariat Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi > Museum dan Cagar Budaya > Balai Konservasi Borobudur
Depositing User: Balai Konservasi Borobudur
Date Deposited: 30 Sep 2026 03:20
Last Modified: 30 Sep 2026 03:20
URI: https://repositori.kemenbud.go.id/id/eprint/5646

Actions (login required)

View Item
View Item