TENUN CAGCAG final.pdf
Download (11MB) | Preview
Abstract
Pada masa Kerajaan Jembrana diyakini sudah ada perajin tenun atau kemahiran tenun cag cag untuk membuat kain yang digunakan untuk keperluan upacara maupun kebutuhan dari kerajaan. Munculnya kain tenun tidak dapat dilepaskan pada kekuasaan kerajaan (istana) yang memerintah. Pada saat itu orang yang bisa menenun mempunyai kedudukan cukup tinggi dan merupakan masyarakat kesayangan raja. Seseorang yang ahli menenun menjadi perhatian raja karena karya yang dihasilkan sangat berperan penting, baik yang difungsikan sebagai sarana religius maupun sarana sandang bagi raja dan masyarakatnya. Pada masa Kerajaan Jembrana, setiap perempuan saat sebelum merambah pubertas oleh orang tua mereka wajib dapat menenun cag cag ini, sebab erat hubungannya dengan upacara keagamaan, di zaman kerajaan. Semua perempuan diwajibkan dapat menenun cag cag sehingga setelah pubertas perempuan Bali yang hendak merambah masa pernikahan otomatis kamben (songket) yang mereka tenun akan dipakai dikala upacara pernikahan mereka. Apalagi sampai di akhir hayatnya kain songket itu hendak turut terbakar dikala upacara pengabenan mereka.
| Item Type: | Book |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Tenun Cagcag; Tenun Tradisional; Tenun Jembrana; Kain Tenun; Budaya Jembrana; Kerajaan Jembrana; Kain Songket; Tradisi Bali; Kesenian Tradisional; Warisan Budaya |
| Subjects: | Pendidikan > Kebudayaan > Nilai Budaya Pendidikan > Kebudayaan > Pakaian Tradisional Pendidikan > Kebudayaan > Penelitian Kebudayaan |
| Divisions: | Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi > Sekretariat Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi > Balai Pelestarian Kebudayaan > Balai Pelestarian Kebudayaan Bali |
| Depositing User: | Balai Pelestarian Kebudayaan Bali |
| Date Deposited: | 30 Sep 2026 03:51 |
| Last Modified: | 30 Sep 2026 03:51 |
| URI: | https://repositori.kemenbud.go.id/id/eprint/5663 |
